Ban Goodyear pada Chevrolet Camaro ZL1 Terbaru

11 Feb 15

Ban Goodyear pada Camaro ZL1

 

Booming film Transformers turut melambungkan nama Chevrolet Camaro. Jadi tokoh Bumblebee, mobil berkelir kuning tersebut terlihat begitu ikonik dan gahar. Sama halnya saat tim Autobild mencoba generasi terbaru berlabel Chevrolet Camaro ZL1  ini. Ada perasaan berdebar yang memacu adrenalin ketika duduk di jok semi bucket kombinasi kulit dan suede.

Mesin berkode LSA dengan kapasitas 6.200 cc V8 plus supercharger langsung menyalak begitu kunci kontak diputar. Mesin ini memang mesin lama alias bawaan generasi sebelumnya.

Chevrolet tetap mempertahankannya karena semburan tenaga yang sudah mencapai 580 dk pada 6.000 rpm dan torsi melimpah hingga 754 Nm. Sangat besar memang, dan pastinya akan memicu adrenalin Anda.

Raungan mesin cukup jelas masuk ke kabin saat kami masih memperhatikan berbagai indikator di dasbor. Ada indikator tekanan oli, temperatur oli, voltase, dan boost supercharger.

Deru empat lubang knalpot tidak membohongi respons mobil saat pedal gas diinjak. Terlebih mobil ini menyediakan 5 mode berkendara yang dinamakan Performance Traction Management (PTM). Menariknya, kelima mode berkendara dibuat menyesuaikan kon­disi jalan. Ada wet condition (Mode 1), dry condition (Mode 2), Sport 1 (Mode 3), Sport 2 (Mode 4), dan Race (Mode 5).

Mulanya tim Autobild  memilih opsi dry condition karena cuaca terik. Di posisi ini terasa betul bagaimana kontrol traksi sangat membantu mengendalikan lonjakan torsinya yang dahsyat. Ban Goodyear Eagle F1 ukuran 285/35ZR20 di depan dan 305/35ZR20 di belakang memang terlihat sangat besar, tapi ia berhasil memberikan daya cengkeram ke aspal yang baik.

Selanjutnya mencoba mode tertinggi Race. Di posisi ini, komputer langsung mematikan kon­trol traksi. Keleluasaan berkendara menjadi milik kami sepenuhnya, sementara suspensi menjadi lebih keras di mode ini. Sepanjang nyali Anda cukup, silakan kuras habis tenaganya.

Empasan tenaga begitu terasa di tubuh ketika pedal gas diinjak semakin dalam. Setir kian berat seiring transfer tenaga via transmisi otomatis 6 percepatan ke roda belakang yang terasa semakin liar. Dukungan paddle shift cukup membantu mendapatkan akselerasi maksimal.

Chevrolet mengklaim laju 0-100 km/jam bisa tuntas hanya dalam waktu 3,9 detik saja. Sebagai pengingat laju, mobil mengandalkan instrument cluster yang berisi jarum dan angka berukuran besar dalam bingkai kotak yang sederhana. Meski begitu, pengemudi juga diingatkan dengan adanya head up display (HUD).

Di luar tenaganya, Camaro ZL1 2014 masih minim perubahan. Tidak ada gebrakan revolusio­ner di bodi. Hanya ubahan headlamp yang menyi­pit mengikuti lengkung kap mesin yang semakin menyudut. Membuat tampang depan terlihat lebih lebar dan pendek.

Sama halnya dengan buritan yang berubah di lampu belakang. Meski ada efek memanjang, autobild merasa desain ini masih kalah ‘galak’ de­ngan generasi sebelumnya yang lebih proporsional. Untung diffuser dibuat pas dan tidak berlebihan untuk menampung empat lubang knalpot.

Hal terakhir yang menurut tim Autobild agak aneh ialah mobil ini masih mempertahan­kan skema bangku bela­kang yang sangat sempit. Seharusnya jok ini ditanggalkan karena merusak kesan macho dari muscle car ini secara keseluruh­an.

 

sumber: autobild.co.id